Monday, May 21, 2012
   
Text Size

Issues Stressed

  1. Masalah Pengungsi
    Saat ini tercatat sekitar 11 juta manusia di bumi hidup menjadi pengungsi baik yang diakibatkan oleh pelanggaran HAM, konflik sosial dan politik, bencana alam ataupun perang. Di Indonesia sendiri gelombang pengungsi terus ada, hal ini dikarenakan adanya konflik SARA, konflik sosial, bencana alam atau karena diberlakukannya darurat militer. Oleh karena itu, mahasiswa kedokteran sebagai calon dokter seharusnya aktif menjalankan peran pentingnya dalam menciptakan kondisi kehidupan yang kondusif bagi para pengungsi dan memenuhi standar minimum khususnya di bidang kesehatan. Sementara itu kurikulum kedokteran tentang penanganan masalah pengungsi tidaklah dirasa cukup. Maka dari itu, SCORP menjadi bentuk implementasi dari pendidikan yang diperoleh oleh mahasiswa kedokteran di bangku kuliah.
  2. Hak Asasi Manusia
    Meskipun the Universal Declaration of Human Rights (UDHR) telah di bentuk pada tahun 1948, namun pada kenyataan masih banyak hak-hak asasi yang belum ditegakkan dan begitu banyak pula pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Di Indonesia sendiri telah dibentuk KOMNAS HAM yang bertujuan melindungi hak-hak masyarakat serta menindak pelaku pelanggaran HAM. Namun kinerjanya masih belum maksimal, hal ini terbukti dengan masih banyaknya pelanggaran hak asasi terhadap para wanita, anak-anak, orang-orang miskin dan banyak lainnya. Untuk itu mahasiswa kedokteran perlu mengenal lebih jauh tentang HAM, bagaimana menjalankan dan menegakkannya serta mencegah terjadinya pelanggaran HAM. Dengan begitu dapat diimplementasikan dalam pendidikan kedokteran dan peran mahasiswa kedokteran sebagai tenaga medis di masa mendatang.
  3. Perdamaian
    Isu perdamaian menjadi penting dikala berbagai konflik pecah baik itu yang disebabkan oleh masalah sosial, SARA, ekonomi maupun politik. Dengan mengembangkan perdamaian dapat mencegah terjadinya konflik dan menjadi solusi konflik bukan dengan kekerasan seperti yang selama ini sering kita kenal. Dengan meningkatkan kesadaran manusia akan pentingnya nilai-nilai perdamaian mampu menciptakan iklim kehidupan manusia yang sehat, aman dan tentram sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri. Bagaimanapun tindakan pencegahan adalah lebih baik daripada mengobati.