Thursday, February 23, 2012
   
Text Size

National project

SCOMEWIKI

Tidak hanya ensiklopedi atau Wikipedia yang bisa memperkaya pengetahuan. Kini, SCOME memiliki ensiklopedi seputar pendidikan kedokteran dan proyek SCOME. Dikemas dalam bentuk go green (tanpa kertas), SCOME memanfaatkan milis untuk berbagi informasi dan diberi nama SCOMEWIKI. Hingga saat ini, tema yang diangkat dalam SCOMEWIKI berupa pengenalan CIMSA secara umum dan inter professional education. Untuk tema inter professional education sendiri disarikan dari 2nd Health Professional and Education Quality (HPEQ) Conference yang berlangsung di Bali, 3 s.d. 5 Desember 2011. Diawali dengan deksripsi singkat mengenai HPEQ, sekarang SCOMEWIKI telah melanjutkannya dengan pemberian materi konferensi bagi semua SCOMEDIANZ. Selain menambah pengetahuan, peluncuran SCOMEWIKI bertujuan untuk menghidupkan milis dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi SCOMEDIANZ untuk berpendapat dan saling berdiskusi seputar tema SCOMEWIKI. Hadirnya SCOMEWIKI setiap hari di milis, membawa suasana inovatif yang patut diacungi jempol. Inovasi tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan kuis SCOMEWIKI setiap minggu. Untuk selanjutnya, pemenang kuis tiap minggu akan diadu kembali untuk mendapatkan satu orang pemenang kuis bulanan SCOMEWIKI. Tidak hanya itu, hadiah menarik khas SCOME (yang tidak dapat dijumpai di toko manapun) telah menanti bagi setiap pemenang. Seru bukan? Mulai sekarang, siapkan diri Anda untuk menjadi pemenang kuis SCOMEWIKI!

 

Indonesia Disease Today (IDT)

Penyakit demam berdarah di indonesia sudah semakin berkembang pesat di berbagai daerah di indonesia. Sebagaimana kita ketahui juga demam berdarah ini pnyakit yang cukup mematikan, seperti yang kita liha di beberapa daerah sampai menjadi kejadian luar biasa. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa seharusnya bisa memberikan kontribusi dalam membantu mencegah dan menangulangi demam berdarah ini. Oleh kareanya SCOPH akan mengadakan Indonesai disease today (IDT) yang bertemakan ‘Menuju Indonesia Yang Sehat Dalam Memberantas Demam Berdarah”. IDT ini bertujuan agar mahasiswa FK terutama scoph dapat mengetahui dan mengimplementasikan ilmu tentang demam berdarah. IDT kali ini bisa berkonsep seminar, workshop, simposium nasional, ataupun training yang melingkup beberapa universitas juga bisa melakukan edukasi langsung ke masyarakat.untuk konsep IDTnya tergantung dari host IDT sendiri. IDT ini sendiri rencananya akan dilaksanakan maret 2012. Dengan dilakukkan hal ini diharapkan mahasiswa fk dapat memberikan kontribusinya dalam mencegah penyabaran demam berdarah di indonesia.

   

SCORE goes Public

SCORE goes Public is a SCORE’s new national project and must be done in each local. As the organization with the main activity is research exchange, the members also have to know about what the research is and how to carry it out. So, it is needed to make a project to fullfill the SCORE’s members in exploring their knowledge and ability in doing research. By SCORE goes Public, hope each SCORE’s member can do a benefit research for the society.

The aims of SCORE goes Public are:

1. Increase the SCORE’s members about knowledge and ability in research.

2. Make a research that can be done with other SCO’s project (transSCO research) or an autonomous research.

3. Increase the SCORE’s members activity in research for studying.

4. Give a contribution to the society by means of research activity and its result.

This project is divided into four levels:

a. Level 1 – Training for Trainer (TnT) : training about research to SCORE’s members. The tutor can be a lecturer or other person that expert in research.

b. Level 2 – SCORE goes to faculty or trans-SCO: make a simple research by transSCO or research with the target is the society in Faculty of Medicine. The principle of transSCO research is evaluate the success of other SCO’s project (SCOPE, SCORP, SCORA, SCOPH, SCOME).

c. Level 3 – SCORE goes to university: make a research with the target is the society in university

d. Level 4 – SCORE goes to society: make a research with the target is public society. This research can be done by making a cooperation with external side like Public Health Department and etc.

In 2010-2011 period, SCORE goes Public is focused on level 1 (TnT) and level 2. For level 2 is focused on transSCO research (research to evaluate the success of other’s SCO project in CIMSA).

 

   

Indonesia Disease Today

This is a SCOPH National Project which raised issues about health in Indonesia and local IDT implemented in all local SCOPH CIMSA. Each local CIMSA who has a Standing Committee on Public Health can improve this project by their creativity. The issue raised is a big problem that should concern all, not only the Government but also to the people of Indonesia. We hope that communities can be more vigilant and aware of the issues raised and finally the prevalence rate can be reduced. The activity can be talk shows, counseling, workshops, and creating posters to put on the wall containing facts about TB. Sometimes the local have examinations on sputum, blood pressure, and blood sugar. This project was held in each local between March until May 2010.

   

Charity Concert "Some Bloody to Love" CIMSA UMY

Charity Concert bertemakan Some Bloody to Love adalah salah 1 project Nasional CIMSA yang dikerjakan oleh lokal UMY dan dihadiri oleh beberapa lokal termasuk UGM, UNS dan UMS.

Charity Concert disini adalah bentuk lain apresiasi CIMSA dalam cocern ke 3 jenis penyakit darah, yakni Haemophilia, Thalassemia, dan Leukimia. Sebelum diadakannya konser, CIMSA UMY menginisiasi untuk mengadakan acara bernama HTL ( How to Love ) disini adalah salah 1 bentuk atau cara CIMSA dalam menggalang dana yang akan berkelanjutan tiap bulan dan tiap tahunnya untuk ke 3 penderita penyakit darah tersebut. Karena kita tahu, bahwa di Indonesia setiap tahunnya, jumlah penderita penyakit tersebut berkisar antara 500-1.250 orang.

 

Data ini bukanlah “isapan jempol”. Pusat Thalasemia bahkan mencatat adanya rata-rata 70 orang pasien baru per harinya.

Data Perhimpunan Yayasan Thalasemia Indonesia mencatat pada 2006 ada sekitar 3.053 kasus. Di jogjapun, dari data RSUP Sarjito memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan yakni mencapai 30-40% untuk penderita penyakit darah.

Untuk pengobatan penderita penyakit darah ini tidak membutuhkan biaya yang sedikit:

1. Thalasemia: total biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan bagi pasien thalasemia setiap tahunnya sebesar 300 juta ( 1 orang ) , yaitu untuk membeli 1 suntikan desferal seharga 120.000 IDR dan itu harus disuntikkan setiap hari.

2. haemophilia : untuk pembiayaan faktor VIII yang telah dikonsentratkan minimal membutuhkan 1000cc dalam sekali pemakaian ketika terjadi perdarahan dimana harga  cryo tersebut minimal 1.700.000 IDR per 250 cc.

3. Leukimia : untuk membeli obat utama leukimia bernama GLIVEC harganya mencapai 220.000 - 250.000 per butirnya, padahal penderita leukimia ini membutuhkan 4 - 8 butir per harinya, belum lagi kalau mereka membutuhkan kemoterapi.

Karena CIMSA menyadari bahwa kami akan concern pada ketiga penyakit darah tersebut, dan kami sadar bahwa object concern kami bukanlah pasien perorangan, tetapi beberapa penderita yang itu membutuhkan dana secara kontinyu dan tidak cukup hanya dilakukan sekali dalam penggalangan dananya untuk sifat kuratif terhadap pasien. Untuk itu, project Nasional CIMSA ini yang bermula diinisiasi di lokal UMY akan berlanjut dikembangkan di lokal lokal CIMSA yang ada agar kegiatan HTL itu bisa terus bermanfaat dan CIMSA secara kontinyu membantu penggalangan dananya untuk penderita - penderita tersebut. Konser disini hanyalah sebagai salah satu cara untuk puncak acara dan prosesi secara simbolis bahwa HTL ini telah disahkan oleh dekan FKIK UMY disaksikan oleh wagub DIY,walikota jogja, bupati bantul, rektor UMY, dan beberapa artis pendukung pada acara ini yakni tangga, d'Cinnamons, dan tompi. Project ini akan tetap dilakukan apabila sampai semua lokal CIMSA sudah bisa melakukan kegiatan HTL dengan puncak acara yang berbeda - beda serta membantu secara preventif dan kuratif pada ketiga penyakit darah tersebut dengan cara yang berbeda - beda pula, dapat dengan penyuluhan, seminar, konser, kunjungan ke komunitas, dll.

   

Page 1 of 2