Thursday, February 23, 2012
   
Text Size

Kerjasama adalah Kunci !

CIMSA Writing Program - Organization

(2nd article in CIMSA Writing Program - It's your time to write! )

ditulis oleh:

Dian Oktavia Giriningrum (VPE CIMSA 2011-2012)

 

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”

Itu adalah kiasan lama tapi memang sangat bermakna, terutama pada perkembangan dunia sekarang. Kiasan pendek dan sederhana tapi sangat bisa sebagai sindiran sekaligus pengingat akan pentingnya arti kerja sama dan gotong royong.

Banyak cerita dimana kerjasama adalah sebuah inovasi baru dan sebagai dasar kekuatan baru untuk membuat satu perusahaan atau organisasi tetap berdiri ataupun meningkatkan kualitas. Contohnya seperti Proyek Kemenbudpar “Komodo: The Real Wonder of the World” yaitu proyek yang mempunyai misi untuk menjadikan Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia. Sekilas pasti sudah bisa dibayangkan bagaimana pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk mempublikasikan Link Vote the Real World sehingga sampai mengumpulkan 40.421.843 juta suara. Hal tersebut tidak lain didukung dari banyak pihak seperti tim marketing Markplus.Inc sebagai tim pemasaran, pihak Kompas sebagai pihak media, LSM Swiss Contact sebagai LSM promosi pariwisata Flores, Putri Pariwisata, dan pihak lain yang ikut turut membantu mencapai tujuan. Hal ini bisa dibayangkan jika Kemenbudpar bekerja hanya dengan pihak pemerintah saja, pasti tidak akan bisa sesukses jika dibantu banyak pihak terkait.

Selain itu juga sama seperti kisah organisasi WWF (World Wide Fund for Nature). WWF adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan. WWF adalah sebuah yayasan yang pada tahun 2010 mendapatkan 57% pendanaannya dari pihak perorangan dan warisan, 17% dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) dan 11% dari berbagai perusahaan. Hal ini bisa dibayangkan jika program konservatif yang besar hanya dibopong dari uang pemerintah, itu sangat tidak mungkin. Oleh sebab itu WWF bekerja sama dengan beberapa pihak selain pemerintah untuk mencapai tujuannya yaitu konservatif alam.

 

 

Bisa juga diambil contoh seperti kota solo yang mengangkat jargon “The Spirit of Java”, yang mana sebelumnya dikenal dengan kota klemar – klemer, menjadi kota yang lebih dinamis dengan cara merubah tatanan kota yang lebih terbuka dengan semua pihak, baik dalam negeri, luar negeri, swasta, ataupun non-swasta. Hal ini dimaksudkan agar Solo lebih dikenal di mata dunia dan menarik investor untuk membuat usaha di kota Solo. Menurut Walikota Solo yaitu Djoko Widodo, Solo adalah kota komplit; ada fundamentalis Kristen, ada fundamentalis Kejawen, ada fundamentalis yang kekiri-kirian komunis, ada semuanya. Satu-satunya jalan untuk memajukan kota Solo adalah dengan pendekatan komunitas dan mengajak kerjasama semua pihak dalam memajukan kota.

Dari beberapa contoh di atas bisa digambarkan bahwa kerjasama dibutuhkan yang salah satu tujuannya untuk menguatkan eksistensi dan juga meningkatkan kualitas dari satu organisasi ataupun satu acara. Namun, bagaimana cara dalam membuat kerjasama tersebut menjadi suatu acara yang bagus? Ada beberapa cara yang bisa digunakan, yaitu dengan teori “Collaboration New Product Development: Passion, Purpose, Populace, Pioneer (4P Concept)”. P pertama yaitu Passion. Yang dimaksud dengan Passion disini adalah diperlukannya hasrat yang mendalam untuk terus memperbaiki, meningkatkan kinerja produk, dan hasrat untuk bersama-sama mendengarkan, meneliti, mengembangkan, serta mengerjakan. P kedua yaitu Purpose. Pada konsep ini dijelaskan bahwa untuk mencapai kerjasama dibutuhkan kesamaan visi dan kesamaan tujuan. Kesamaan ini dibutuhkan untuk menyamakan persepsi terhadap apa yang ingin dicapai, apa yang ingin dihasilkan. Dengan adanya kesamaan visi ini, diharapkan dapat menghindari adanya ketidak efektifan di dalam mengeluarkan ide dan kesepakatan tentang berbagai perubahan yang akan dihasilkan di dalam proses kerjasama ini. P ketiga yaitu Populace. Konsep ini menjelaskan bahwa suatu kerjasama juga membutuhkan komunitas yang mampu mendukung kita di dalam mencapai tujuan serta juga memberikan feedback yang positif dalam pengembangan kerjasama. P keempat yaitu Pioneer. Sedangkan konsep ini menjelaskan bahwa dalam melakukan kerjasama juga harus membuat sesuatu yang berbeda dan berinovasi untuk menghadapi persaingan kerjasama dan juga untuk tidak dianggap ‘copas’. Teori tersebut dikeluarkan oleh 3 pakar bisnis yaitu Timothy Siddik (President director PT Zyrexindo Mandiri Buana), Jugono A.Widjaja (General Manager-Strategic Marketing&Business Process Improvement PT 3M Indonesia), dan Risma Adnan (Developer and Platform Evangelist Director PT Microsoft Indonesia) dalam acara Markplus Conference 2011.

Dapat disimpulkan bahwa kolaborasi atau kerjasama dengan beberapa pihak adalah salah satu cara yang ampuh dalam mencapai tujuan, meskipun harus diikuti dengan konsep yang matang agar hubungan kerjasama tetap berjalan dan menjadi pioneer.

 


Referensi:

 

1. Wijaya,Husin.2011.“ Collaboration New Product Development: Passion, Purpose, Populace, Pioneer (4P Concept)”.Jakarta.Marketeers:The Golden Boys of Yahoo. Hal:31

 

2. Mark.Plus.2011.Solo,the Spirit of Java.Jakarta.Marketeers:The Golden Boys of Yahoo. Hal:12

 

3. Wibisiono,Kunto.2011. Komodo Sementara Masuk Daftar Keajaiban Dunia. http:// http://www.antaranews.com/berita/284199/komodo-sementara-masuk-daftar-keajaiban-dunia, terakhir diunduh 14 Januari 2012.

 

4. Wikipedia.org.2011. World Wide Fund for Nature.http:// http://id.wikipedia.org/wiki/World_Wide_Fund_for_Nature, terakhir diunduh 14 januari 2012.