Saturday, January 28, 2012
   
Text Size
image image image image image
CIMSA Writing Program 2012       It's not a competition ! Program ini dibuat untuk memfasilitasi kamu yang suka nulis, untuk mempublikasikan tulisan kamu disini, di website kita ini. Baca keterangan lebih detailnya tentang program ini :)
We Support MDGs From May 2011 until May 2013, CIMSA organizes projects related to Millenium Development Goals (MDGs) with the theme 'Role of Medical Students to Achieve the MDGs'.
National Leadership Summit 2012 National Leadership Summit (NLS) is one of our annual events. The next NLS will be held on January 2012 in Yogyakarta.
YouTube Channel Please visit our YouTube channel on www.youtube.com/user/CIMSAindonesia. You can find our corporate presentation there.
Youth Call to act on NCD Around the world, about 35 million people die from of heart disease, stroke, diabetes, cancer, chronic respiratory disease, and other chronic diseases. NCDs were responsible for 60% of all deaths in 2008, with 80% of the death soccurring in low and middle middle income countries.

CIMSA Calendar

January 2012
M T W T F S S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

Kerjasama adalah Kunci !

CIMSA Writing Program - Organization

(2nd article in CIMSA Writing Program - It's your time to write! )

ditulis oleh:

Dian Oktavia Giriningrum (VPE CIMSA 2011-2012)

 

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”

Itu adalah kiasan lama tapi memang sangat bermakna, terutama pada perkembangan dunia sekarang. Kiasan pendek dan sederhana tapi sangat bisa sebagai sindiran sekaligus pengingat akan pentingnya arti kerja sama dan gotong royong.

Banyak cerita dimana kerjasama adalah sebuah inovasi baru dan sebagai dasar kekuatan baru untuk membuat satu perusahaan atau organisasi tetap berdiri ataupun meningkatkan kualitas. Contohnya seperti Proyek Kemenbudpar “Komodo: The Real Wonder of the World” yaitu proyek yang mempunyai misi untuk menjadikan Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia. Sekilas pasti sudah bisa dibayangkan bagaimana pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk mempublikasikan Link Vote the Real World sehingga sampai mengumpulkan 40.421.843 juta suara. Hal tersebut tidak lain didukung dari banyak pihak seperti tim marketing Markplus.Inc sebagai tim pemasaran, pihak Kompas sebagai pihak media, LSM Swiss Contact sebagai LSM promosi pariwisata Flores, Putri Pariwisata, dan pihak lain yang ikut turut membantu mencapai tujuan. Hal ini bisa dibayangkan jika Kemenbudpar bekerja hanya dengan pihak pemerintah saja, pasti tidak akan bisa sesukses jika dibantu banyak pihak terkait.

Selain itu juga sama seperti kisah organisasi WWF (World Wide Fund for Nature). WWF adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan. WWF adalah sebuah yayasan yang pada tahun 2010 mendapatkan 57% pendanaannya dari pihak perorangan dan warisan, 17% dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) dan 11% dari berbagai perusahaan. Hal ini bisa dibayangkan jika program konservatif yang besar hanya dibopong dari uang pemerintah, itu sangat tidak mungkin. Oleh sebab itu WWF bekerja sama dengan beberapa pihak selain pemerintah untuk mencapai tujuannya yaitu konservatif alam.

Read more: Kerjasama adalah Kunci !

 

Religion and Health

CIMSA Writing Program - Health

(1st article in CIMSA Writing Program - It's your time to write! )

ditulis oleh:

Adelia Ulya Rachman, Aisha Rahmantya, Febrina Sibarani, dan Natasha Prameswari

 

Definisi kesehatan berbeda bagi setiap orang. Beberapa mendefinisikan kesehatan sebagai suatu kondisi di mana seseorang bebas dari penyakit maupun kecacatan secara fisik. Namun definisi kesehatan menurut WHO tidak hanya mencakup kondisi tersebut, tetapi keseluruhan kondisi di mana seseorang bebas dari cacat fisik, mental, juga bebas dari tekanan pada kehidupan sosialnya. Definisi ini menghasilkan suatu dimensi baru dalam memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan, di mana dahulu kesehatan dianggap hanya dipengaruhi oleh paparan bakteri, virus, maupun bahaya fisik lainnya, menjadi turut dipengaruhi pula oleh faktor-faktor sosial seperti faktor ekonomi, pendidikan, kesetaraan HAM, dan agama.

Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi masalah agama. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa ayat pertama dalam ideologi bangsa adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Terbukti di masyarakat, agama telah memainkan peran utama dalam kehidupan mereka. Agama memiliki norma-norma yang harus dipatuhi, praktik-praktik keagamaan, dan kebiasaan-kebiasaan yang kemudian menghasilkan budaya dan tradisi yang melekat erat pada kehidupan suatu masyarakat sehingga menjadi kepribadian masyarakat tersebut.

Dalam pemahaman yang ekstrem tekstual, terdapat opini yang menyatakan bahwa masalah kesehatan berbeda dengan masalah agama sehingga masalah kegiatan keagamaan tidak perlu dikaji dari sisi kesehatan. Namun, berdasarkan fakta-fakta di atas, ditambah dengan suatu pemikiran sosiologis yaitu all for health, dapat dilihat dengan jelas bahwa setiap aspek kehidupan manusia mengandung aspek-aspek kesehatan, termasuk kegiatan-kegiatan keagamaan.

Pengkajian aspek-aspek kesehatan dalam agama memiliki dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ajaran agama secara normative (das sein). Kedua, adanya perilaku keagamaan yang rill atau tampak dan dilakukan oleh masyarakat. Berdasarkan pemilahan pemikiran ini, maka dapat dikemukakan bahwa pada sisi normatif, agama memberikan ajaran atau panduan tentang pentingnya menjaga kesehatan, sedangkan dari sisi perilaku nyata, dapat ditemukan pula penganut agama yang tidak memerhatikan aspek kesehatan.

Read more: Religion and Health

   

SCORA PHOTO COMPETITION

SCORA PHOTO COMPETITION TELAH DIBUKA !

Bagaimana cara berkontribusi ?

Kalian hanya diminta untuk memilih foto mana yang paling kalian suka dari sekian banyak lokal-lokal yang telah ikutan. Cara memilihnya?

Search 'SCORA CIMSA' pada Facebook kemudian 'Like' Fanpage nya, dan 'Like' Photo yang kalian suka! yuk mari semua ikutan pilih. Akan ada hadiah untuk lokal yang menang ! Jangan sampai kelewatan ya :)

by: Sulaeman Andrianto Susilo (National Officer on Reproductive Health Including HIV and AIDS, CIMSA 2011-2012)

   

Act on Social Determinants of Health

One of these days I found an old book published by WHO in the year of 1977 titled Global Strategy Health for All by 2000. As I kept reading the book, there were a lot of questions I could not answer. This is 2011 and I don’t feel like anything closer to health for all.

From 1977 to 2011, if we talk about human being, I believe they has grown up to be an adult right now. I was only born in 1989 and now I’m a university student. So let’s imagine if this Global Strategy proposed by WHO was a human being, he would be 12 years older than me. He probably graduated from medical school, then continue to study cardiology and he’s a cardiologist right now. 34 years is a long time. However he might be raised in a poor neighborhood. His dad was a drunkard and his mom left him since he was age 2. He never finished high school and his main job is drug dealer. One day police caught him and now he’s imprisoned. 34 years is a long time. Everything can changes in 34 years, changes to be better or change to be worse.

One of the major changes in the world during 34 years are their population. From 1975 to 2000, the population in South East Asia Region has increased 61%. It means by the year of 2000 country in South East Asia region should have increased every public facilities, food, housing, clean water, and etc to accommodate the 61% increasing.1 Failure to provide them might contribute a new population problem which can lead to away from achieving health for all by 2000. How can a country provide health for all if it cannot contend people’s basic need?

The other population problem which needs to be focused on is the changing population proportion. Population who are less than 15 years has declined 8% from the 1975-2000 while population aged 65 years and above has increased 1,2% in south east Asia.1 This proportion changing can be expected to shift the health problem from communicable disease to non communicable diseases (NCDs).  Of the 57 million global deaths in 2008, 63% were due to NCDs. Indeed, it is one of the barriers to achieve health for all.

When WHO proposed health for all by 2000 in 1977, they dreamed to have health issue to be integrated with other policy such as, economy. However until today, the year of 2011 the problem to seek for health care in every country is still the same with 34 years ago, hard cash. Primary health care which has been declared as the fundamental health care in Alma Ata declaration in the year of 1978 has only done a half of its job. Why half? Because most of primary health care are lack of facilities. In a study done by Gadallah et al., about patient satisfaction with primary health care in Egypt shows that patient satisfaction is high for accessibility, waiting area conditions and performance of doctors and nurses while availability of prescribed drugs, laboratory investigations and privacy in the consultation room are unsatisfactory.2 This is the core problem which later will keep us away from achieving health equity as one of Alma Ata declaration principle.

National Social Economy Survey held in Indonesia revealed that only 34% of sick people will seek help to primary health care while 25% will directly go to doctor practice, 10% to hospital (public and private), and the rest (31%) to non medical practice. This data shows that primary health care still not the choice of most people. There are still a lot of people who still seek help to non medical treatment for their diseases. The inequity is there.

Read more: Act on Social Determinants of Health

   

KUESIONER: Resistensi terhadap Antibiotik

Hai
teman-teman CIMSA semua! Kali ini kalian diminta untuk mengisi
kuesioner tentang resistensi terhadap antibiotik. Seberapa tahukah
kalian mengenai penggunaan antibiotik? Nah! yuk diiisi, kalian akan
tahu nantinya apakah kalian benar-benar memahami tentang penggunaan
antibiotik atau masih perlu banyak mencari tahu lagi.

Sekarang silahkan kalian klik pada gambar di bawah ini dan akan terbuka form kuesionernya. Selamat mengisi !

   

Page 1 of 15

CIMSA login




Forgot login?
Register

cimsa polling

Bagaimana media publikasi CIMSA sekarang?

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1373
mod_vvisit_counterYesterday2997
mod_vvisit_counterThis week20198
mod_vvisit_counterLast week15009
mod_vvisit_counterThis month68942
mod_vvisit_counterLast month113816
mod_vvisit_counterAll days760370

We have: 28 guests, 19 bots online
Your IP: 38.107.179.211
 , 
Today: Jan 28, 2012
Follow us on Twitter
Syiah Kuala University University of Indonesia Padjadjaran University Muhammadiyah University of Yogyakarta University of Wijaya Kusuma
Abulyatama University Syarif Hidayatullah State Islamic University University of Jenderal Ahmad Yani University of Sebelas Maret Jember University
Andalas University Pelita Harapan University Islamic University of Sultan Agung Muhammadiyah University of Surakarta Brawijaya University
University of Riau Lambung Mangkurat University Gadjah Mada University Airlangga University YARSI University