SCORP GO GREEN, GO GO GO!
Sunday, 06 May 2012 08:06
Dalam rangka Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2012 lalu, SCORP CIMSA UI menyelenggarakan kegiatan tahunan yang tak jauh dari tema bumi dan hijau, yaitu GO GREEN 2012.
Berawal dari kegiatan di kampus FKUI, SCORP kali ini bekerja sama dengan Kafetaria dan Bursa Kedokteran FKUI mengadakan penukaran kantong plastik dengan kantong kertas ramah lingkungan “Convert your plastic bag to eco-friendly paper bag!” selama tiga hari, yaitu tanggal 25-27 April 2012. Jadi, sivitas FKUI maupun RSCM yang berbelanja di Kafetaria maupun Bursa Kedokteran dalam jumlah berapa pun, secara otomatis akan memperoleh kantong kertas ramah lingkungan ini, bukan lagi kantong plastik seperti hari-hari biasa.??
Imunisasi Pasif
Wednesday, 02 May 2012 21:35
Oleh : Naela H.A (Universitas Indonesia)
Merupakan pemberian antibody kepada resipien, dimaksudkan pemberian imunitas secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif untuk kekebalan tubuh. Antibodi ini berfungsi untuk pencegahan dan pengobatan infeksi, baik virus (melalui netralisasi, pengaktifan sel NK) maupun bakteri (toksin, opsonisasi, bakteriolisis). Karena tidak melibatkan sel memori dalam tubuh, proteksi bersifat sementara selama antibody masih aktif di dalam tubuh pasien.
Malaria, Ibu, dan Bakal Buah Hati
Wednesday, 02 May 2012 21:30
Oleh : Maria Lioni Kusuma (Universitas Padjadjaran)
Malaria merupakan masalah kesehatan global yang diperingati secara internasional setiap tanggal 25 April. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Laporan Malaria Dunia pada tahun 2011 menyatakan bahwa malaria masih menjadi penyakit dengan tingkat prevalensi yang cukup tinggi di 106 negara tropis dan subtropis. Estimasi insidensi malaria berkisar antara 250 sampai 600 juta kasus, dengan jumlah kematian akibat malaria mencapai satu juta korban per tahun. Ironisnya, sebagian besar kematian yang dilaporkan tersebut adalah kematian anak-anak yang terjangkit malaria.
Mudah Memar? Waspada Hemofilia
Wednesday, 02 May 2012 21:21
Oleh : Maria Lioni Kusuma (Universitas Padjadjaran)
Memar adalah perubahan warna kulit menjadi hitam atau ungu kebiruan akibat adanya kebocoran pembuluh darah kecil di bawah kulit. Pada umumnya, memar terbentuk setelah kontusi (benturan jaringan) dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua sampai empat minggu. Data epidemiologis menunjukkan bahwa semua anak di dunia pernah mengalami beberapa kali memar. Penyebab utama memar yang selama ini diketahui oleh masyarakat awam yaitu terjatuh saat bermain. Memar terdengar seolah wajar dan tidak berbahaya. Namun, apakah benar terjadinya memar sesederhana itu?
Realita Malaria Indonesia
Wednesday, 25 April 2012 21:26
Oleh : Made Harumi Padmaswari (SCOME CIMSA UGM)
Selama dekade terakhir, prevalensi malaria di dunia meningkat pesat. Peningkatan ini telah menuju ke tingkat yang patut diwaspadai. Program pemusnahan malaria menyeluruh pada tahun 1950an mengalami stagnansi pada tahun 1970. Penyakit ini merangkak perlahan di wilayah Asia dan Amerika Latin. Berdasarkan The World Malaria Report 2011, setengah dari penduduk dunia berisiko terkena malaria. Hal ini menunjukkan bahwa malaria merupakan penyakit global dan memerlukan perhatian penuh. Di Indonesia, kasus malaria masih menjadi momok yang mengerikan, utamanya di Indonesia bagian Timur.
Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menjadi transmisi malaria atau berisiko malaria. Hingga tahun 2011, terdapat 374 kabupaten endemis malaria. Pada 2011, jumlah kasus malaria di Indonesia sebanyak 256.592 orang dari 1.322.451 kasus suspect malaria yang diperiksa sampel darahnya dengan tingkat kejadian tahunan 1,75 per 1000 penduduk. Artinya, setiap 1000 penduduk terdapat 2 orang terkena malaria.
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi protozoa yang berasal dari genus Plasmodium. Infeksi pada manusia dimulai dari masuknya sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk Anopheles betina ke tubuh manusia. Sporozoit ini akan segera beredar dalam darah dan menginvasi sel parenkim hati yang kemudian dilanjutkan dengan reproduksi aseksual serta tahapan-tahapan hidupnya. Gejala utama penyakit malaria adalah demam, dan manifestasi yang paling berat adalah cerebral malaria, anemia, disfungsi ginjal dan organ lainnya. Penyakit malaria seringkali berujung pada kematian, hal ini umumnya dialami pada individu yang pertama kali terpapar infeksi malaria pertama kali (terutama anak-anak atau individu yang sebelumnya berasal dari wilayah dimana tidak ada transmisi malaria atau individu dari negara yang lebih modern di mana tidak ditemukan penyakit tersebut).
More Articles...
Page 1 of 19
CIMSA login
cimsa polling
Bagaimana media publikasi CIMSA sekarang?
Total votes: 28







![]() | Today | 7863 |
![]() | Yesterday | 9525 |
![]() | This week | 17388 |
![]() | Last week | 61680 |
![]() | This month | 197255 |
![]() | Last month | 223593 |
![]() | All days | 1479118 |
Your IP: 38.107.179.211
,
Today: May 21, 2012







